Rabu, 29 Juli 2009

Taare Zameen Par

Oleh : Win R.G.

Coba tebak bahasa apa judul tulisan saya kali ini? hm...bagi yang memang benar-benar asli orang Indonesia mungkin tak bisa mengartikan judul ini. Saya harap Anda tak marah pada saya karena sesungguhnya saya sendiri tak tahu. Ow ow ow!

Lalu?

Saya tak memedulikan apa artinya tapi setidaknya saya mendapatkan tema besar dari judul ini, tentunya setelah melihat secara visual. Judul tulisan saya kali ini adalah judul dari sebuah film Hindia yang saya tonton Jumat malam pada tanggal 24 Juli 2009 di salah satu stasiun televisi Indonesia.

Sebuah film yang diperankan oleh Amir Khan sebagai Pak Niko, guru seni di sebuah sekolah dasar di Hindia. Sayang sekali, saya tak melihat fim ini dari awal, tapi setidaknya saya bersyukur dapat menonton film ini satu jam sebelum berakhir.

Sangat tepat film "Taare Zameen Par" ditayangkan pada bulan Juli. Tentu kita tahu moment hebat di bulan ini. Ya, hari anak nasional. Karena film ini berkisah seputar dunia anak.

Tersebutlah murid laki-laki bernama Ikhsan. Dia memiliki kelainan dalam membaca dan menulis. Huruf "p" kadang dianggap dia sebagai huruf "g", huruf "b" akan diubah dia menjadi "d", angka 7 dapat diangap dia sebagai bentuk hidung terbalik.

Ikhsan tak mau berkomunikasi secara baik dengan teman-temannya, termasuk pada Pak Niko, guru yang selalu berusaha untuk meggembirakan hidupnya dengan bernyanyi, menari, dan melukis. Ikhsan lebih meilih diam, terus menunduk, dan senang menyendiri di sebuah tepi danau. Dia sangat bermasalah dengan semua pelajarannya. Angka merah pun selalu ia dapatkan.

Ternyata Ikhsan mengalami penyakit yang bernama Dislensia.

Setelah ditelusuri oleh Pak Niko rupanya Ikhsan juga memiliki masalah dengan keluarganya, ia dikucilkan, tak dianggap sebagai anak, dan kekurangan kasih sayang. Saat berkunjung ke rumah orangtuanya, di situlah Pak Niko menjadi tahu dunia Ikhsan yang sebenanrya. Ikhsan jago melukis! memvisualisasikan apa yang ada di perasaan dan di pikirannya.

Esok harinya Pak Niko menceritakan tentang orang-orang sukses di dunia ini. Albert Enstein, Thomas Alva Edison, Leonardo Da Vinci, Walt Disney, semua orang hebat ini berawal dari kebiasaannya yang aneh, unik, punya pemikiran sendiri yang kadang dianggap gila oleh orang biasa. Sifat-sifat itu dimiliki oleh Ikhsan.

Pak Niko meminta pada kepala sekolah agar beliau diizinkan khusus untuk mengajar Ikhsan saja untuk semua mata pelajaran. Kepala sekolah mengizinkan meskipun awalnya cukup berat.

Berhari-hari Pak Niko mengajari Ikhsan. Pada mulanya Ikhsan sangat canggung tapi karena Pak Niko pandai berkomunikasi dan pandai memilih tempat untuk belajar yang menyenangkan maka betahlah anak pendiam itu. Ikhsan mulai beraksi, tersenyum, tertawa, berhitung di anak tangga, menulis di pasir, mengancingkan bajunya sendiri, menyisir rambutnya, dan dapat membaca dengan benar.

Hingga suatu ketika Pak Niko membuat kompetisi melukis untuk smeua murid dan guru. Banyak anak yang ikut lomba, namun orang yang diharapkan Pak Niko untuk datang tak muncul-muncul juga.

Pak Niko terus melihat dengan teliti barangkali anak hebatnya itu ada duduk di antara teman-temannya yang lain. Namun tiada juga ia melihatnya. Hingga akhirnya seorang anak menuruni tangga dengan ragu dan menghampiri Pak Niko sesaat setelah lomba melukis telah dimulai. Seperti ada getaran hati, Pak Niko menoleh ke belakang dan tersenyumlah guru ganteng itu melihat murid kebangaanya datang.

Dengan segera Pak Niko memberikan selembar kertas gambar pada Ikhsan. Ikhsan duduk di antara murid lain tapi ia segera pindah tempat duduk tepat di bawah sebuah pohon.Pak Niko pun ikutan lomba. Semua orang memainkan kuasnya dengan serius.

Setelah selesai melukis, Ikhsan menyerahkan lukisannya pada Pak Niko. Ternyata Ikhsan melukis dirinya yang sedang berdiri di tepi danau, tempat ia meyendiri. Karena penasaran ingin melihat seperti apa lukisan gurunya, Ikhsan melangkah pelan. Ia begitu takjub begitu melihat lukisan Pak Niko karena gurunya itu menggambar dirinya (Ikhsan) yang sedang tertawa bahagia.

Acara pengumuman tiba, juri sangat sulit umntuk menentukan pemenang pertamanya karena ada dua lukisan yang sama hebat. Akhirnya setelah mempertimbangkan banyak hal maka resmilah bahwa yang menjadi juara pertama adalah Ikhsan!

Ikhsan pun dengan tak percaya diri maju ke depan setelah disemangati oleh teman-temannya. Begitu selesai penyerahan hadiah, ia segera menghambur ke pelukan Pak Niko.Ia sangat bahagia dapat mengalami perubahan yang luar biasa.

Ya, inilah kekuatan cinta. Cinta dapat mengubah hal yang mustahil menjadi indah. Hal yang biasa menjadi luar biasa.

Anda ingin tahu kekuatan cinta yang lain? Tunggu di novel "Bintang"ku!